WAKTU
Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.
Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.
Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.
Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan...
PERSAHABATAN
Dan jika berkata, berkatalah kepada aku tentang kebenaran persahabatan?..Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”.
Dan bilamana ia diam, hatimu tiada ‘kan henti mencoba merangkum bahasa hatinya; karena tanpa ungkapan kata, dalam rangkuman persahabatan, segala pikiran, hasrat, dan keinginan terlahirkan bersama dengan sukacita yang utuh, pun tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, janganlah berduka cita; Karena yang paling kaukasihi dalam dirinya, mungkin lebih cemerlang dalam ketiadaannya, bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki, nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya ruh kejiwaan. Karena kasih yang masih menyisakan pamrih, di luar jangkauan misterinya, bukanlah kasih, tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenal pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu hingga kau senantiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Karena dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan, biarkanlah ada tawa ria berbagi kebahagiaan.
Karena dalam titik-titik kecil embun pagi, hati manusia menemukan fajar jati dan gairah segar kehidupan...
CINTA
AKU bicara perihal Cinta????…
Apabila cinta memberi isyarat kepadamu, ikutilah dia,
Walau jalannya sukar dan curam.
Dan pabila sayapnva memelukmu menyerahlah kepadanya.
Walau pedang tersembunyi di antara ujung-ujung sayapnya bisa melukaimu.
Dan kalau dia bicara padamu percayalah padanya.
Walau suaranya bisa membuyarkan mimpi-mimpimu bagai angin utara mengobrak-abrik taman.
Karena sebagaimana cinta memahkotai engkau, demikian pula dia
kan menyalibmu.
Sebagaimana dia ada untuk pertumbuhanmu, demikian pula dia ada untuk pemanakasanmu.
Sebagaimana dia mendaki kepuncakmu dan membelai mesra ranting-rantingmu nan paling lembut yang bergetar dalam cahaya matahari.
Demikian pula dia akan menghunjam ke akarmu dan mengguncang-guncangnya di dalam cengkeraman mereka kepada kami.
Laksana ikatan-ikatan dia menghimpun engkau pada dirinya sendiri.
Dia menebah engkau hingga engkau telanjang.
Dia mengetam engkau demi membebaskan engkau dari kulit arimu.
Dia menggosok-gosokkan engkau sampai putih bersih.
Dia merembas engkau hingga kau menjadi liar;
Dan kemudian dia mengangkat engkau ke api sucinya.
Sehingga engkau bisa menjadi roti suci untuk pesta kudus Tuhan.
Semua ini akan ditunaikan padamu oleh Sang Cinta, supaya bisa kaupahami rahasia hatimu, dan di dalam pemahaman dia menjadi sekeping hati Kehidupan.
Namun pabila dalam ketakutanmu kau hanya akan mencari kedamaian dan kenikmatan cinta.Maka lebih baiklah bagimu kalau kaututupi ketelanjanganmu dan menyingkir dari lantai-penebah cinta.
Memasuki dunia tanpa musim tempat kaudapat tertawa, tapi tak seluruh gelak tawamu, dan menangis, tapi tak sehabis semua airmatamu.
Cinta tak memberikan apa-apa kecuali dirinya sendiri dan tiada mengambil apa pun kecuali dari dirinya sendiri.
Cinta tiada memiliki, pun tiada ingin dimiliki; Karena cinta telah cukup bagi cinta.
Pabila kau mencintai kau takkan berkata, “Tuhan ada di dalam hatiku,” tapi sebaliknya, “Aku berada di dalam hati Tuhan”.
Dan jangan mengira kaudapat mengarahkan jalannya Cinta, sebab cinta, pabila dia menilaimu memang pantas, mengarahkan jalanmu.
Cinta tak menginginkan yang lain kecuali memenuhi dirinya. Namun pabila kau mencintai dan terpaksa memiliki berbagai keinginan, biarlah ini menjadi aneka keinginanmu: Meluluhkan diri dan mengalir bagaikan kali, yang menyanyikan melodinya bagai sang malam.
Mengenali penderitaan dari kelembutan yang begitu jauh.
Merasa dilukai akibat pemahamanmu sendiri tenung cinta;
Dan meneteskan darah dengan ikhlas dan gembira.
Terjaga di kala fajar dengan hati seringan awan dan mensyukuri hari haru penuh cahaya kasih;
Istirah di kala siang dan merenungkan kegembiraan cinta yang meluap-luap;Kembali ke rumah di kala senja dengan rasa syukur;
Dan lalu tertidur dengan doa bagi kekasih di dalam hatimu dan sebuah gita puji pada bibirmu...
Kamis, 31 Desember 2009
Kamis, 17 Desember 2009
Kenali Dini Hepatitis
SETIAP orang berisiko terkena radang hati atau hepatitis. Lakukan antisipasi dini melalui vaksinasi dan skrining hepatitis, karena penyakit ini bisa hadir tanpa gejala.
Hepatitis merupakan suatu penyakit peradangan pada hati. Hingga kini telah ditemukan tujuh virus penyebab hepatitis yang dinamai menurut abjad, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT. Namun, paling populer adalah hepatitis A, B dan C.
Menurut dr Hardianto Setiawan Ong SpPD dari RS Siloam Jakarta, hepatitis A biasanya relatif tidak berat dan bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting) asalkan yang bersangkutan cukup beristirahat (sekitar 1 bulan bedrest). Virus hepatitis A (VHA) menular lewat fekal-oral, misalnya melalui makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak sempurna.
Adapun hepatitis B dan C harus lebih diwaspadai karena bisa menjadi kronis. Jika peradangan pada hati akibat infeksi virus hepatitis B (VHB) atau hepatitis C (VHC) sudah pada tahap kronis, organ hati bisa mengerut dan mengecil atau disebut sirosis. Risiko kanker hati atau kematian akibat gagal hati pun mengintai.
Prof Dr H Ali Sulaiman SpPDKGEH mengungkapkan, angka penderita hepatitis B di Indonesia saat ini mencapai 12 juta jiwa, 500.000 di antaranya merupakan penderita aktif. Adapun hepatitis C berkisar 5 juta jiwa, dengan 200.000 pengidap aktif. Uniknya lagi, sebagian besar penyandang hepatitis berada di Jakarta.
"Dari total jumlah pasien hepatitis tersebut, hanya 30 persen saja yang mendapat pengobatan tepat, sisanya sekitar 70 persen nyaris tidak terjamah," ujar pendiri Klinik Hati Prof Dr H Ali Sulaiman itu dalam simposium "Hepatitis B dan C dalam Praktik Klinis Sehari-hari" di Hotel Sahid Jakarta, belum lama ini.
Kelompok penderita hepatitis B dan C sangat berpotensi mengalami penyakit hati menahun, sirosis, bahkan menjadi kanker hati. Untuk itu, penyakit ini diharapkan dapat terdeteksi sedini mungkin.
"Kalaupun sudah positif hepatitis, harus dicegah jangan sampai sirosis. Kalau pengobatannya benar, hepatitis tidak akan jadi sirosis," tandas Kepala Dinas Kesehatan DKI Dr Dien Emawati.
Dokter umum dan dokter puskesmas merupakan dokter lini pertama yang akan ditemui masyarakat ketika mereka sakit. Maka itu, mereka juga perlu dibekali pengetahuan dan kompetensi dalam mendiagnosis serta menangani Hepatitis dengan benar. Saat ini ratarata puskesmas dan rumah sakit juga sudah menyediakan fasilitas skrining hepatitis. "Biayanya cukup murah. Dengan Rp5.000-10.000 sudah bisa terdeteksi," tukas Ali.
Mereka yang terdiagnosa positif hepatitis harus selekasnya menjalani pengobatan dan mematuhinya. Sementara orang di sekelilingnya dapat melakukan upaya perlindungan melalui vaksinasi. Terkait vaksinasi, Dr Julitasari dari Depkes mengatakan bahwa Indonesia sudah menjalankan program imunisasi hepatitis B yang wajib diberikan pada bayi. Namun, program ini baru berjalan sekitar 12 tahun sehingga belum bisa digunakan untuk memantau keberhasilannya dalam menekan angka hepatitis pada orang dewasa.
"Orang dewasa dapat melakukan skrining ataupun imunisasi sebagai langkah pencegahan," saran dia.
Skrining ini menjadi penting mengingat tidak semua orang yang terinfeksi virus hepatitis menampakkan gejala. Terkadang gejalanya sangat ringan sehingga diabaikan. Sebagai contoh, infeksi virus hepatitis C kerap disebut infeksi terselubung (silent infection) karena infeksi dini VHC sering kali tidak bergejala atau bergejala ringan dan tidak khas sehingga terlewatkan. Padahal, dibanding hepatitis B, VHC lebih ganas dan lebih sering menyebabkan penyakit hati menahun.
Kebanyakan orang yang memiliki gejala ringan tidaklah mencari pengobatan ke dokter. Persentase orang dengan infeksi VHC yang terdiagnosis bervariasi mulai dari hanya 5 persen di Inggris sampai 50 persen di Kanada (di Indonesia belum ada angkanya). Banyaknya orang yang tidak terdiagnosis memiliki dampak yang serius di mana mereka dapat bertindak sebagai carrier (pembawa virus) dan menularkannya ke orang lain tanpa disadari.
Beberapa kelompok risiko tinggi hepatitis C adalah pemakai narkoba suntik, penerima darah atau produk darah sebelum tahun 1992 atau yang belum diskrining VHC pada Bank Darah, penerima transplantasi organ yang belum diskrining VHC, pasien hemofilia, pasien cuci darah (hemodialisis), pasien yang menjalani prosedur medis atau gigi dengan alat yang tidak steril, serta tenaga medis yang tertusuk instrumen yang terkontaminasi. Risiko hepatitis juga mengintai orang dengan mitra seksual yang terinfeksi VHC (tanpa kondom), terutama laki-laki homoseksual.
Sebagai tindakan awal, kelompok risiko tinggi sebaiknya mencari tahu bilakah mereka terinfeksi VHC. Caranya, berkonsultasilah dengan dokter (umum, spesialis penyakit dalam ataupun spesialis hati). Bila diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan darah untuk memastikan ada tidaknya infeksi VHC.
Beberapa teknik diagnostik yang dikenal, di antaranya pemeriksaan anti-HCV dengan metode ELISA dan pemeriksaan VHC dengan metode PCR. Adapun tes yang paling sensitif dan spesifik adalah pemeriksaan VHC dengan teknik PCR menggunakan Cobas Amplicor Roche Diagnostic
Hepatitis merupakan suatu penyakit peradangan pada hati. Hingga kini telah ditemukan tujuh virus penyebab hepatitis yang dinamai menurut abjad, yaitu hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT. Namun, paling populer adalah hepatitis A, B dan C.
Menurut dr Hardianto Setiawan Ong SpPD dari RS Siloam Jakarta, hepatitis A biasanya relatif tidak berat dan bisa sembuh dengan sendirinya (self limiting) asalkan yang bersangkutan cukup beristirahat (sekitar 1 bulan bedrest). Virus hepatitis A (VHA) menular lewat fekal-oral, misalnya melalui makanan yang tidak higienis atau tidak dimasak sempurna.
Adapun hepatitis B dan C harus lebih diwaspadai karena bisa menjadi kronis. Jika peradangan pada hati akibat infeksi virus hepatitis B (VHB) atau hepatitis C (VHC) sudah pada tahap kronis, organ hati bisa mengerut dan mengecil atau disebut sirosis. Risiko kanker hati atau kematian akibat gagal hati pun mengintai.
Prof Dr H Ali Sulaiman SpPDKGEH mengungkapkan, angka penderita hepatitis B di Indonesia saat ini mencapai 12 juta jiwa, 500.000 di antaranya merupakan penderita aktif. Adapun hepatitis C berkisar 5 juta jiwa, dengan 200.000 pengidap aktif. Uniknya lagi, sebagian besar penyandang hepatitis berada di Jakarta.
"Dari total jumlah pasien hepatitis tersebut, hanya 30 persen saja yang mendapat pengobatan tepat, sisanya sekitar 70 persen nyaris tidak terjamah," ujar pendiri Klinik Hati Prof Dr H Ali Sulaiman itu dalam simposium "Hepatitis B dan C dalam Praktik Klinis Sehari-hari" di Hotel Sahid Jakarta, belum lama ini.
Kelompok penderita hepatitis B dan C sangat berpotensi mengalami penyakit hati menahun, sirosis, bahkan menjadi kanker hati. Untuk itu, penyakit ini diharapkan dapat terdeteksi sedini mungkin.
"Kalaupun sudah positif hepatitis, harus dicegah jangan sampai sirosis. Kalau pengobatannya benar, hepatitis tidak akan jadi sirosis," tandas Kepala Dinas Kesehatan DKI Dr Dien Emawati.
Dokter umum dan dokter puskesmas merupakan dokter lini pertama yang akan ditemui masyarakat ketika mereka sakit. Maka itu, mereka juga perlu dibekali pengetahuan dan kompetensi dalam mendiagnosis serta menangani Hepatitis dengan benar. Saat ini ratarata puskesmas dan rumah sakit juga sudah menyediakan fasilitas skrining hepatitis. "Biayanya cukup murah. Dengan Rp5.000-10.000 sudah bisa terdeteksi," tukas Ali.
Mereka yang terdiagnosa positif hepatitis harus selekasnya menjalani pengobatan dan mematuhinya. Sementara orang di sekelilingnya dapat melakukan upaya perlindungan melalui vaksinasi. Terkait vaksinasi, Dr Julitasari dari Depkes mengatakan bahwa Indonesia sudah menjalankan program imunisasi hepatitis B yang wajib diberikan pada bayi. Namun, program ini baru berjalan sekitar 12 tahun sehingga belum bisa digunakan untuk memantau keberhasilannya dalam menekan angka hepatitis pada orang dewasa.
"Orang dewasa dapat melakukan skrining ataupun imunisasi sebagai langkah pencegahan," saran dia.
Skrining ini menjadi penting mengingat tidak semua orang yang terinfeksi virus hepatitis menampakkan gejala. Terkadang gejalanya sangat ringan sehingga diabaikan. Sebagai contoh, infeksi virus hepatitis C kerap disebut infeksi terselubung (silent infection) karena infeksi dini VHC sering kali tidak bergejala atau bergejala ringan dan tidak khas sehingga terlewatkan. Padahal, dibanding hepatitis B, VHC lebih ganas dan lebih sering menyebabkan penyakit hati menahun.
Kebanyakan orang yang memiliki gejala ringan tidaklah mencari pengobatan ke dokter. Persentase orang dengan infeksi VHC yang terdiagnosis bervariasi mulai dari hanya 5 persen di Inggris sampai 50 persen di Kanada (di Indonesia belum ada angkanya). Banyaknya orang yang tidak terdiagnosis memiliki dampak yang serius di mana mereka dapat bertindak sebagai carrier (pembawa virus) dan menularkannya ke orang lain tanpa disadari.
Beberapa kelompok risiko tinggi hepatitis C adalah pemakai narkoba suntik, penerima darah atau produk darah sebelum tahun 1992 atau yang belum diskrining VHC pada Bank Darah, penerima transplantasi organ yang belum diskrining VHC, pasien hemofilia, pasien cuci darah (hemodialisis), pasien yang menjalani prosedur medis atau gigi dengan alat yang tidak steril, serta tenaga medis yang tertusuk instrumen yang terkontaminasi. Risiko hepatitis juga mengintai orang dengan mitra seksual yang terinfeksi VHC (tanpa kondom), terutama laki-laki homoseksual.
Sebagai tindakan awal, kelompok risiko tinggi sebaiknya mencari tahu bilakah mereka terinfeksi VHC. Caranya, berkonsultasilah dengan dokter (umum, spesialis penyakit dalam ataupun spesialis hati). Bila diperlukan, dokter akan menyarankan pemeriksaan darah untuk memastikan ada tidaknya infeksi VHC.
Beberapa teknik diagnostik yang dikenal, di antaranya pemeriksaan anti-HCV dengan metode ELISA dan pemeriksaan VHC dengan metode PCR. Adapun tes yang paling sensitif dan spesifik adalah pemeriksaan VHC dengan teknik PCR menggunakan Cobas Amplicor Roche Diagnostic
kanker paru

KANKER paru tak hanya dipicu oleh rokok saja. Memang selain perokok aktif, perokok pasif pun berisiko terhadap kanker ini. Faktor gender dan hormon juga bisa menjadi penyebabnya.
Dunia jurnalistik beberapa waktu lalu kehilangan salah seorang wartawan terbaiknya. Perempuan yang bekerja di salah satu surat kabar terkemuka tersebut telah lama mengidap kanker paru yang akhirnya merenggut nyawanya. Yang menjadi pertanyaan, wanita yang dikenal baik dan ramah oleh sesama jurnalis tersebut sama sekali bukan perokok.
Hubungan antara rokok dan kesehatan paru memang sejak lama didengungkan. Itu tak lain rokok tembakau mengandung lebih dari 4.000 zat kimia dan sebagian besar merupakan zat karsinogenik atau zat yang dapat menyebabkan kanker. Dua zat karsinogenik utama dalam rokok tembakau adalah nitrosamine dan polycyclic aromatic hydrocarbon.
Namun, sebenarnya rokok bukan satu-satunya penyebab kanker paru. Meskipun merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90 persen kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70 persen pada wanita. Semakin banyak rokok yang diisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.
Ada lagi penyebab lain yaitu zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard, dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok. Sekitar 10-15 persen penderita kanker paru pada pria dan 5 persen pada wanita disebabkan oleh hal ini.
Perokok pasif atau orang yang ikut menghirup asap rokok yang berasal dari perokok dalam jangka waktu yang lama juga mempunyai risiko menderita kanker paru. Penelitian menunjukkan, perokok pasif ini mempunyai risiko menderita kanker paru 24 persen lebih besar daripada mereka yang tidak merokok.
Guru Besar Pulmonologi dan Ilmu Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ernst Johannis Manuhutu SpP(K) mengatakan, penyebab kanker paru bukan hanya karena merokok, banyak faktor lain yang memengaruhi. ?Faktor gender dan hormon juga bisa menjadi penyebabnya,? tandasnya. Faktor lainnya, lanjut dia, misalnya polusi udara, terutama zat adenokarisinoma dan karsinoma sel alveolar. Namun, biasanya terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Gejala kanker paru-paru, kata Ernst, tergantung kepada jenis, lokasi dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap. Penderita bronkitis kronis yang menderita kanker paruparu sering kali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk. Dahak bisa mengandung darah. Bahkan, jika kanker tumbuh ke dalam pembuluh darah di bawahnya, bisa menyebabkan perdarahan hebat.
Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker paru sering kali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura) sehingga penderita mengalami sesak napas. Jika kanker menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak napas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.
Ernst mengungkapkan, masa orang terkena kanker paru-paru ini adalah sangat lama yaitu sekitar 10-15 tahun. Jika sejak berusia 15 tahun orang sudah merokok, kemungkinan pada usia sekitar 35 atau 40 tahun orang itu menderita kanker paru-paru.
Diagnosis pada kanker paruparu dibuat berdasarkan jenis tipe sel, dan tanda-tanda cukup. Satu cara yang bisa digunakan adalah mengonsumsi antioksidan yang merupakan senyawa yang dapat menetralkan radikal bebas dengan jalan melindungi sel-sel tubuh, khususnya paru-paru. Namun, cara ini adalah jalan terakhir dan bukan pengobatan yang 100 persen menghambat atau mencegah penyakit kanker. Ini hanya untuk mengurangi risiko penyakit kanker.
Ada beberapa antioksidan yang dapat dikonsumsi yaitu vitamin A, C, dan E dalam bentuk food suplemen. Antioksidan ini melindungi paru-paru terhadap oksidasi dan kerusakan oleh fraktur (fr). Beberapa jenis makanan seperti kedelai, tahu, tempe, dan oncom juga mengandung senyawa genistein yang merupakan antioksidan dan antitumor kuat, yang dapat menstimulasi sistem imun. Mekanisme kerjanya adalah menstimulasi pulihnya sel-sel tumor menjadi sel normal, khususnya pada kanker paru-paru. Teh hijau yang mengandung bioflavonoid Epi-Gallo Catechin Gallat juga merupakan antioksidan terkuat yang aktivitasnya 10 kali lebih kuat daripada vitamin C.
Ada beberapa jenis pengobatan terhadap penyakit ini, yakni operasi, kemoterapi dan radiasi. Spesialis paru dari RSUP Persahabatan Dr Ahmad Hudoyo SpPD FCCP mengatakan, jenis pengobatan ini disesuaikan dengan jenis kanker, tingkat perluasan atau penyebarannya pada saat didiagnosis, dan keseluruhan kondisi kesehatan penderita.
?Untuk derajat I dan II biasanya operasi, sedangkan derajat III dan IV dapat dilakukan tindakan kemoterapi, radioterapi, kombinasi keduanya atau terapi target,? katanya.
Operasi merupakan tindakan pengobatan utama pada tahap awal kanker. Pasien yang tidak dapat menjalani operasi bisa beralih ke radioterapi. Tingkat kesembuhan penyakit kanker paru-paru masih sangat bagus jika masih pada tahap awal. Masalahnya, kanker sangat jarang terdeteksi pada tahap ini.
Kalau sel kanker sudah menyebar ke daerah lain, pilihan pengobatannya adalah kemoterapi dan radioterapi. Jika kanker menghalangi aliran udara utama, bisa digunakan laser untuk membekukan tumor atau tetap membuka aliran udara dengan sebuah stent atau tabung.
Selasa, 08 Desember 2009
Sehat Dengan Saling Memaafkan

Menyimpan dendam tidak akan menyelesaikan masalah. Lebih buruk lagi, hal itu akan berdampak langsung pada kesehatan Anda. Riset terbaru menyebutkan, menyimpan dendam dan kebencian menyebabkan tekanan darah tinggi yang lantas bisa berujung pada penyakit stroke, gagal jantung, bahkan kematian.
Dalam momen yang masih bernuansa Idul Fitri seperti sekarang ini, agaknya memang tepat digunakan untuk saling bermaafan. Namun tentu saja bukan berarti kebiasaan tersebut hanya bisa dilakukan saat Idul Fitri. Selain dianjurkan oleh ajaran setiap agama, saling memaafkan juga sangat baik untuk menunjang kesehatan.
Para ahli psikologi dari Universitas Tennesse menemukan kesimpulan bahwa sikap memaafkan bisa menurunkan tekanan darah dan ketegangan serta mengurangi stres.
Psychology Today, Minggu (27/9/2009) melansir, memendam rasa marah dan tidak mau memaafkan orang lain akan berakibat pada terganggunya fungsi kekebalan tubuh.
Dalam temuan tersebut, diketahui bahwa otak si pendendam memperlihatkan aktivitas yang sama dengan yang dialami seseorang yang tengah mengalami stres, marah dan agresif.
Hal ini memicu datangnya berbagai penyakit seperti asma, sakit kepala, darah tinggi, insomnia bahkan serangan jantung.
"Kami meneliti 107 mahasiswa dengan menggunakan perangkat pencitraan otak berteknologi tinggi yang memanfaatkan temografi emisi position dan resonansi magnetic fungsional. Dari situ dapat diketahui perbedaan pola gambar otak orang yang memaafkan dan yang tidak bisa memaafkan," kata salah satu peneliti Kathleen Lawler.
Temuan Lawler dan timnya itu juga memperlihatkan adanya ketidaksamaan aktivitas hormon dan kondisi darah orang pemaaf jika dibandingkan dengan si pendendam.
Hormon dan komposisi zat kimia dalam darah si pendendam berhububungan dengan pola hormon emosi negatif yang mengarah pada pembentukan emosi saat stres. Itu sebabnya, sikap pendendam akan mempengaruhi tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi.
Mencium Bau Rumput bisa Hilangkan Stress

BRISBANE - Rumput segar yang baru dipotong melepaskan senyawa kimia yang bila terhirup akan membuat rileks dan gembira. Itulah sebabnya, mencium aroma rumput dan tumbuhan ketika sedang berjalan di taman atau pegunungan akan membuat kita merasa nyaman.
Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari University of Queensland, Brisbane, Australia. Senyawa kimia yang terkandung dalam aroma rumput selain bisa meredakan ketegangan juga berfungsi mencegah penurunan kemampuan mental pada saat usia lanjut.
Ilmuwan mengklaim bahwa aroma yang dilepaskan rumput bekerja langsung pada otak. Terutama mempengaruhi bagian otak bernama amygdala dan hippocampus yang berhubungan dengan emosi dan daya ingat.
"Kedua area ini bertanggung jawab dalam respons pertahanan dan sistem endokrin, yang mengontrol pelepasan hormon stres seperti corticosteroid," kata Dr Nick Lavidis, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (3/9/2009).
Oleh karenanya, penelitian yang memakan waktu hingga tujuh tahun ini kemudian menciptakan parfum dengan aroma rumput yang baru dipangkas untuk membantu melepaskan stres dan meningkatkan daya ingat.
Lavidis kemudian menjelaskan bahwa stres terbagi dalam dua kategori. Pertama, stres ketika seseorang akan melakukan sesuatu atau saat seseorang harus berusaha sebaik mungkin demi mendapatkan hasil terbaik. Namun menurut Lavidis, stres ini disebut sebagai bentuk stres yang baik.
Sementara stres kategori kedua merupakan stres parah yang bisa memicu tingginya tekanan darah, sifat pelupa, dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
"Stres jenis ini bisa merusak hippocampus dengan mengurangi hubungan antara sel-sel yang berkomunikasi sehingga berdampak pada hilangnya ingatan," kata Lavidis.
Untuk itu, Lavidis menyarankan agar orang yang terkena stres ini menghirup senyawa kimia yang dilepaskan oleh rumput segar atau pepohonan yang rindang.
Anggur Merah Bantu Sehatkan Gigi

ROMA - Para peneliti di Pavia University, Italia, menemukan khasiat baru dari anggur merah. Minuman ini ternyata baik bagi kesehatan gigi.
Di dalam anggur merah terdapat bahan kimia yang dapat menangkis bakteri jahat penyebab kerusakan gigi. Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Food Chemistry ini menyebutkan, rutin meminum anggur merah per hari membantu menyehatkan gigi dan mengurangi kebutuhan untuk tambal gigi.
Selain itu, anggur merah jika dikonsumsi dalam takaran sedang diyakini memiliki efek perlindungan terhadap penyakit jantung dan mencegah beberapa jenis kanker. Demikian keterangan yang dikutip dari Daily Mail, Senin (7/12/2009).
Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan juga telah meneliti kemungkinan efek anggur merah dalam mencegah kerusakan gigi. Tahun lalu, tim dari AS menemukan bahwa senyawa kimia yang terkandung dalam jumlah besar pada biji dan kulit anggur bisa menghambat kemampuan bakteri corrosive melekat pada enamel gigi.
Salah satu bakteri yang paling merusak yaitu streptococcus mutan. Bakteri ini hidup dalam mulut dan mendapatkan makanan dari gula diet. Sekali menempel pada gigi, organisme ini akan memicu proses demineralisasi yang membentuk lubang di gigi.
Dalam studi terbaru di Italia ini para ilmuwan memapar bakteri dengan sejumlah kecil anggur merah tanpa alkohol. Alkohol dari anggur diangkat untuk melihat komponen apa yang berperan.
Hasilnya memperlihatkan, organisme berbahaya tidak bisa menempel ke gigi dan air liur saat terpapar dengan anggur merah.
Menurut peneliti, bahan aktif yang berperan adalah senyawa yang disebut proanthocyanidins, yaitu zat kimia kaya antioksidan yang banyak ditemukan pada kulit anggur
Alkohol Hindarkan Pria dari Sakit Jantung

MADRID - Penelitian terbaru menyebutkan, meminum alkohol setiap hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung pada pria. Benarkah?
Hal ini tentunya berlawanan dengan persepsi para ahli kesehatan selama ini. Seperti kita tahu, mereka sering mengingatkan bahwa kebiasaan meminum alkohol dalam jumlah banyak akan meningkatkan risiko berbagai penyakit. Bahkan alkohol tercatat menjadi penyebab kematian sekira 1,8 juta jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.
Melalui riset yang melibatkan sekira 15.500 pria dan 26.000 wanita, ditemukan bahwa konsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa bermanfaat bagi para pria. Sebaliknya, efek manfaat ini tidak berlaku bagi wanita.
BBC, Jumat (20/11/2009) melansir, para peneliti kemudian mengadakan riset di Spanyol. Penduduk negara ini terkenal dengan tingkat konsumsi alkohol sangat tinggi namun rendah dalam jumlah penderita penyakit jantung.
Partisipan yang terlibat adalah pria dan wanita berusia antara 29 hingga 69 tahun. Dalam studi ini para peneliti mencatat riwayat kesehatan dan kebiasaan minum para partisipan dan mengamati perkembangan mereka selam 10 tahun.
Hasilnya diketahui minum alkohol kurang dari satu shot sehari mengurangi risiko penyakit jantung hingga 35 persen. Mereka yang minum lebih banyak, sekira tiga hingga 11 shot setiap hari mengalami penurunan risiko penyakit jantung hingga 50 persen. Namun manfaat yang sama rupanya tidak ditemukan pada partisipan wanita.
Peneliti menduga perbedaan ini sepertinya dipengaruhi fakta bahwa tubuh wanita memporses alkohol dengan cara berbeda.
Mekanisme yang tepat untk menjelaskan hasil penelitian ini masih belum jelas, namun alkohol diketahui dapat membantu meningkatkan kepadatan lipoprotein yang biasa disebut dengan kolesterol baik. Kolesterol jenis ini membantu menghentikan kolesterol agar tidak merambah arteri dan menimbulkan penyakit jantung.
Langganan:
Postingan (Atom)