Puasa dalam definisi Islam adalah menahan makan, minum dan hawa nafsu dari waktu imsak hingga maghrib tiba dengan niat ibadah kepada Allah SWT. Puasa Fardu Ain (puasa wajib) dilaksanakan selama bulan Ramadan yang berdurasi antara 29 hingga 30 hari.
Puasa paling tidak akan mengurangi asupan zat gizi, terutama kalori, sebanyak 20-30 persen. Namun dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh. Di negara maju, puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi beberapa penyakit degeneratif.
Beberapa hasil penelitian ilmiah menunjukkan manfaat kesehatan puasa, antara lain dapat mengurangi resiko stroke. Puasa juga dapat memperbaiki kolesterol darah. Kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang akan menyumbat saluran pembuluh darah dalam bentuk aterosklerosis (pengapuran atau pengerasan pembuluh darah).
Namun, perlu diperhatikan pula asupan makanan selama puasa agar tubuh tetap fit. Berikut ini beberapa tips soal makanan selama Ramadan:
1. Berbukalah dengan teh manis hangat, air putih yang tidak dingin atau terlampau panas dan makanan manis. Misalnya dengan jus buah-buahan yang tidak asam, seperti semangka atau alpukat. Kurma sangat dianjurkan untuk berbuka puasa. Jangan berbuka dengan kopi atau minuman soda karena lambung Anda akan terasa perih.
2. Komposisi karbohidrat, protein dan sayuran harus pas, jangan pula terlalu banyak agar perut tidak terlalu kenyang.
3. Kurangi makanan yang berlemak dan berminyak.
4. Konsumsi buah-buahan dan sayuran.
5. Kunyah makanan perlahan-lahan. Pastikan makanan yang masuk ke dalam perut kita sudah dikunyah hingga halus sehingga kerja usus tidak terlalu berat.
6. Perbanyak minum air putih, setelah makan, sebelum sahur, sesudah sahur atau setelah salat Tarawih.
7. Berhentilah makan sebelum kenyang.
8. Lakukan olahraga ringan, seperti jalan kaki. Waktu yang baik untuk berolahraga di bulan puasa adalah di sore hari, sekitar satu jam sebelum waktu berbuka. Lakukan selama 15-30 menit sebanyak dua sampai tiga kali sepekan. (Sumber: Republika)
Jumat, 19 Agustus 2011
Efek Puasa Terhadap Otak Manusia
Ada anggapan berpuasa membuat orang lemas hingga orang berpuasa akan semakin malas berpikir atau dengan kata lain membuat orang semakin bodoh. Namun ternyata fakta itu tidak benar.
Menurut Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumatera Utara, Prof Ahmad Fadil berpuasa sebenarnya membuat seseorang semakin cerdas. Hal itu diungkapkannya saat memberikan tausiyah pada acara buka puasa bersama di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Jalan AH Nasution, Medan belum lama ini.
Menurut Ahmad Fadil, berdasarkan hasil penelitian, orang lapar orang lebih cerdas dibanding orang yang tidak lapar. "Itu mengapa orang yang tinggal di negerinya sendiri tidak lebih sukses dibanding yang merantau," ujarnya.
Bagi perantau tantangan hidupnya lebih besar. Pada saat banyak tantangannya, otak akan bekerja lebih keras dan akan menjadi lebih cerdas. "Sehingga salah kalau berpendapat kalau puasa makin bodoh, sebenarnya kenyanglah yang membuat orang jadi bodoh, karena cenderung malas," ungkapnya.
Ia pun mengajak para jamaah buka puasa bersama untuk lebih memaksimalkan akalnya pada saat berpuasa untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Serta berharap puasa yang hanya tersisa dua puluh hari lagi tidak disia-siakan...
Puasa dan Proses Penyembuhan Tubuh
Salah satu manfaat berpuasa bagi kesehatan tubuh adalah proses penyembuhan yang terjadi lebih cepat. Jadi, pendapat “Sebaiknya tidak berpuasa saat tubuh tidak fit” mungkin harus dikaji kembali untuk penyakit dan kondisi tertentu.
Saat kita sakit, sel-sel tubuh kita mengalami kerusakan. Semakin parah penyakit kita, semakin banyak sel-sel yang rusak. Dalam kondisi semacam ini, tubuh memulai proses penyembuhan dalam beberapa tahap.
Yang pertama adalah ketika tubuh mengenali ada masalah di dalam sebagian sistemnya. Misalnya ketika terserang flu, tubuh kita sudah bisa menandai dan seperti memindai tanda-tanda flu akan datang. Pada tahap ini tubuh juga mulai mempersiapkan respons yang tepat untuk menangkal flu.
Tahap kedua, ketika tubuh mulai memperbaiki sel-sel yang rusak dan menangkal kerusakan baru. Pada saat inilah seluruh sumber daya yang ada dalam tubuh kita dipusatkan untuk melakukan penyembuhan.
Puasa mendorong terjadinya kedua tahap ini dengan lebih cepat, karena tubuh sedang tidak disibukkan oleh tugas mencerna makanan, yang menguras energi, sehingga dapat bertindak lebih optimal untuk penyembuhan.
Pada hari-hari biasa, ketika kita mengkonsumsi bermacam-macam makanan, entah itu makan besar atau camilan, tubuh kita terus-menerus bekerja keras dengan jadwal yang ketat. Sepanjang itu pula, konsentrasi tubuh tertuju pada proses pencernaan makan, lalu penyaluran ke seluruh tubuh. Pekerjaan berat ini memerlukan sekitar 65 persen energi tubuh kita.
Dalam keadaan semacam ini, tugas perawatan yang juga penting seolah diabaikan oleh tubuh.
Tetapi ketika berpuasa, seluruh organ pencernaan kita, dan organ lain yang bersangkutan beristirahat. Saat inilah tubuh dapat melepaskan energi untuk merawat seluruh sistem dalam tubuh— memperbaiki yang rusak, memperkuat yang lemah, menambal yang berlubang, melumasi yang mulai berkarat serta membuang racun-racun, mengeluarkan semua sampah.
Tentu saja tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan berpuasa. Dalam hal ini, fungsi terpenting puasa adalah menyiapkan kondisi agar proses penyembuhan dapat segera dilakukan.
Yang penting harus kita ingat, kita wajib menahan diri untuk tidak menginterupsi proses ini dengan bahan-bahan kimia, karena tubuh kita cukup pintar untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Terapi dengan puasa ini diketahui dapat memperbaiki kondisi tubuh saat mengalami radang sendi, berbagai jenis gangguan pencernaan, masalah dengan kondisi kulit, asma dan penyakit kardiovaskular.
Saat kita sakit, sel-sel tubuh kita mengalami kerusakan. Semakin parah penyakit kita, semakin banyak sel-sel yang rusak. Dalam kondisi semacam ini, tubuh memulai proses penyembuhan dalam beberapa tahap.
Yang pertama adalah ketika tubuh mengenali ada masalah di dalam sebagian sistemnya. Misalnya ketika terserang flu, tubuh kita sudah bisa menandai dan seperti memindai tanda-tanda flu akan datang. Pada tahap ini tubuh juga mulai mempersiapkan respons yang tepat untuk menangkal flu.
Tahap kedua, ketika tubuh mulai memperbaiki sel-sel yang rusak dan menangkal kerusakan baru. Pada saat inilah seluruh sumber daya yang ada dalam tubuh kita dipusatkan untuk melakukan penyembuhan.
Puasa mendorong terjadinya kedua tahap ini dengan lebih cepat, karena tubuh sedang tidak disibukkan oleh tugas mencerna makanan, yang menguras energi, sehingga dapat bertindak lebih optimal untuk penyembuhan.
Pada hari-hari biasa, ketika kita mengkonsumsi bermacam-macam makanan, entah itu makan besar atau camilan, tubuh kita terus-menerus bekerja keras dengan jadwal yang ketat. Sepanjang itu pula, konsentrasi tubuh tertuju pada proses pencernaan makan, lalu penyaluran ke seluruh tubuh. Pekerjaan berat ini memerlukan sekitar 65 persen energi tubuh kita.
Dalam keadaan semacam ini, tugas perawatan yang juga penting seolah diabaikan oleh tubuh.
Tetapi ketika berpuasa, seluruh organ pencernaan kita, dan organ lain yang bersangkutan beristirahat. Saat inilah tubuh dapat melepaskan energi untuk merawat seluruh sistem dalam tubuh— memperbaiki yang rusak, memperkuat yang lemah, menambal yang berlubang, melumasi yang mulai berkarat serta membuang racun-racun, mengeluarkan semua sampah.
Tentu saja tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan berpuasa. Dalam hal ini, fungsi terpenting puasa adalah menyiapkan kondisi agar proses penyembuhan dapat segera dilakukan.
Yang penting harus kita ingat, kita wajib menahan diri untuk tidak menginterupsi proses ini dengan bahan-bahan kimia, karena tubuh kita cukup pintar untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Terapi dengan puasa ini diketahui dapat memperbaiki kondisi tubuh saat mengalami radang sendi, berbagai jenis gangguan pencernaan, masalah dengan kondisi kulit, asma dan penyakit kardiovaskular.
Gerakan Shalat Lenturkan Saraf Tubuh
Kalau saja pesan salat bisa kita terapkan dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, tentu hasil kinerjanya akan optimal dan berkualitas. Dampak positif lain dari salat juga mendatangkan kesehatan.
Jika kita perhatikan dan rasakan dalam gerakan-gerakan salat, dari mulai takbir mengangkat kedua tangan, ruku, sujud, duduk dan gerakan lainnya, jaringan saraf tubuh akan tetap lentur dan rileks.
Dari banyak penelitian, sujud misalnya mampu membebaskan otak saraf dari kegelisahan, rasa resah dan tekanan kejiwaan. Kepasrahan yang dilakukan orang yang sujud membuat otak dan saraf menjadi tenang dan terasa kosong. Seorang yang salat telah berbagi keresahan dan kegelisahan hidupnya kepada Tuhannya sehingga akan terasa ringan.
Dengan ucapan dan gerakan salat kita dapat menyatukan antara hati pikiran dan gerak untuk mencapai khusyuk. Mengapa tahajud pada waktu malam sangat ditekankan? Karena dalam keheningan malam itu kita akan merasakan kedekatan dengan Tuhan.
Setiap gerakan salat adalah bahasa ritual, sejak dari mengangkat tangan, membungkukkan badan, sampai menundukkan kepala ke tanah. Semuanya itu, kalau saja dihayati dengan mendalam, jauh lebih ekspresif ketimbang ucapan seribu kata.
Ketika seorang muslim bersujud dengan khusyuk menundukkan kepala dan menempelkan dahinya ke tanah, maka rangkaian kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan hatinya ketika bersimpuh menghadap Tuhan.
Dengan demikian seseorang yang salat dengan tertib dan khusyuk akan mampu membuat dirinya dalam keyakinan tinggi untuk menjalani hidup serta kepasrahan tulus atas semua ketentuan Tuhan. Hidup akan tetap optimistis karena selalu dekat dengan Tuhan.
Jika kita perhatikan dan rasakan dalam gerakan-gerakan salat, dari mulai takbir mengangkat kedua tangan, ruku, sujud, duduk dan gerakan lainnya, jaringan saraf tubuh akan tetap lentur dan rileks.
Dari banyak penelitian, sujud misalnya mampu membebaskan otak saraf dari kegelisahan, rasa resah dan tekanan kejiwaan. Kepasrahan yang dilakukan orang yang sujud membuat otak dan saraf menjadi tenang dan terasa kosong. Seorang yang salat telah berbagi keresahan dan kegelisahan hidupnya kepada Tuhannya sehingga akan terasa ringan.
Dengan ucapan dan gerakan salat kita dapat menyatukan antara hati pikiran dan gerak untuk mencapai khusyuk. Mengapa tahajud pada waktu malam sangat ditekankan? Karena dalam keheningan malam itu kita akan merasakan kedekatan dengan Tuhan.
Setiap gerakan salat adalah bahasa ritual, sejak dari mengangkat tangan, membungkukkan badan, sampai menundukkan kepala ke tanah. Semuanya itu, kalau saja dihayati dengan mendalam, jauh lebih ekspresif ketimbang ucapan seribu kata.
Ketika seorang muslim bersujud dengan khusyuk menundukkan kepala dan menempelkan dahinya ke tanah, maka rangkaian kata-kata tidak cukup untuk mengungkapkan perasaan hatinya ketika bersimpuh menghadap Tuhan.
Dengan demikian seseorang yang salat dengan tertib dan khusyuk akan mampu membuat dirinya dalam keyakinan tinggi untuk menjalani hidup serta kepasrahan tulus atas semua ketentuan Tuhan. Hidup akan tetap optimistis karena selalu dekat dengan Tuhan.
Berbuka dengan Hidangan Arabia
Anda memakan kurma ketika berbuka puasa? Itu lumrah. Penyebaran Islam yang berasal dari Mekkah ke seluruh dunia telah memungkinkan masyarakat negara tropis seperti Indonesia mengenal kurma — meski dalam bentuk manisan yang kering.
Bersama penyebaran Islam pula budaya dan sajian kuliner Arab tersebar ke seluruh dunia. Yang saya maksud sajian Arab di sini bukan sekadar Arab Saudi, tetapi jazirah Arab secara keseluruhan: dari Maroko ke Yaman; dari Tunisia ke Mesir.
Sajian kuliner Arab yang cenderung gurih dan berempah ini juga tersebar sampai ke tepi Laut Tengah. Oleh karena itu, sejumlah buku kuliner biasa mengaitkan Timur Tengah dan Mediterania karena hidangannya yang mirip-mirip.
Komentar saya tentang sajian kuliner Arab adalah serba daging! Nyaris tak pernah absen, daging — terutama domba — merupakan lauk utama. Selain itu, masakan Arab juga menggunakan ayam, daging unta dan sapi (dalam jumlah yang lebih sedikit). Yang paling terkenal tentu kebab (secara gampang bisa kita padankan dengan daging bakar).
Berdasarkan cara memasaknya, kebab terbagi dalam beberapa jenis. Yang paling terkenal, antara lain, adalah shish kebab dan doner kebab atau shawarma. Shish kebab tak jauh berbeda dengan sate, sama-sama daging yang dipotong kemudian ditusuk dan dibakar, hanya saja shish berukuran lebih besar. Tak hanya tak hanya daging, dalam setusuk shis kebab bisa diselipkan juga paprika atau bawang bombay.
Sementara itu, doner kebab atau shawarma dibuat dengan cara unik. Seonggok daging domba dibakar dalam posisi tegak (vertikal) sambil terus diputar menggunakan alat khusus.
Orang Indonesia saya rasa mengadaptasi shawarma menjadi kambing guling, membakarnya dalam posisi terbaring (horizontal). Di daerah asalnya, kebab biasa disantap dengan roti hangat dan semacam salad.
Makanan populer lainnya dari khazanah Arab adalah hidangan nasi. Yang paling terkenal adalah nasi biryani, yang versi lokalnya sudah dibuat oleh kaum peranakan Arab-India dengan nama nasi kebuli.
Biryani dibuat dengan menggabungkan beras (biasanya jenis basmati) dengan daging domba, kambing atau ayam yang dimasak bersama minyak samin atau ghee (semacam mentega tawar yang sudah dijernihkan). Bahan-bahan ini dibumbui berbagai rempah-rempah dan bumbu segar seperti jahe, daun mint, bawang putih, bawang bombay serta safron yang membuatnya berwarna kuning keemasan. Biryani biasa disantap dengan dahi chutney atau raita yang terbuat dari yogurt, atau terung yang masam, atau kari berkuah kental.
Salah satu restoran Timur Tengah yang cukup terkenal di Jakarta menyajikan mandi, hidangan nasi ala Yaman, yang istimewa karena cara memasaknya. Daging (biasanya kambing muda karena lebih gurih) dan bumbu-bumbu, dimasak dalam tandoor, yaitu tungku yang digali di dalam tanah, lalu dilapisi gerabah.
Saat memasaknya, kayu api dimasukkan dalam tungku ini dan dibakar hingga kayu menjadi arang dan tungku jadi sangat panas. Daging kemudian dimasukkan ke dalam tungku tanpa tersentuh arang, dan tungku ditutup rapat hingga asap pun tak bisa keluar. Prinsipnya mirip dengan mengoven sekaligus menggunakan tekanan tinggi (presto).
Selain daging kambing, ada pula mandi daging ayam. Daging kambing atau ayam ini kemudian disajikan bersama nasi yang dimasak dengan rempah-rempah, kaldu tulang, dengan taburan kismis serta pine nuts. Di India, tungku yang sama digunakan untuk memasak ayam tandoori, hidangan prestisius mereka yang lezat dan mendunia.
Selain dua hidangan di atas, ada pula kabsa, dari Saudi Arabia. Ini adalah hidangan nasi yang dimasak bersama potongan besar daging domba, ayam, atau unta, dengan taburan kismis, kacang almond dan kacang mede. Hidangan ini disajikan panas-panas dengan saus tomat buatan rumah.
Mengikuti tradisi makan bersama dalam keluarga Arab (yang biasanya keluarga besar), kabsa dan juga mandi serta biryani disajikan dalam nampan besar yang dapat disantap oleh beberapa orang sekaligus.
Selain nasi, sajian kuliner Arabia juga mengenal couscous, yang meski bentuknya bulir-bulir kecil seperti tepung panir, sejatinya terbuat dari semolina, bahan dasar dalam pembuatan pasta. Couscous banyak disantap di kawasan Maghribi, yaitu seputar Maroko, Tunisia dan Aljazair. Tak heran, couscous sangat umum dijumpai di Prancis, karena dibawa oleh para imigran yang kemudian bermukim di sana. Biasanya couscous disajikan bersama semacam setup sayuran dan daging dengan sedikit kuah yang agak kental.
Masyarakat Arabia juga sangat akrab dengan roti dan pastri yang biasanya dihidangkan saat sarapan dengan krim kental atau selai. Roti juga lazim dimakan bersama hummus, gilingan halus kacang arab berbumbu tahini, perasan jeruk, bawang putih, garam dan limpahan minyak zaitun.
Sejumlah restoran di Jakarta kini menghadirkan berbagai variasi hidangan Timur Tengah yang layak dicoba. Bila Anda ke sana, jangan lupa membawa serta keluarga dan teman sebab masakan ini biasa dihidangkan dalam porsi besar.
:: Nutrisi penunjang puasa ::
Para pakar gizi menyatakan seseorang tetap aktif atau menjadi lamban saat berpuasa sangat bergantung pada jenis dan jumlah asupan makanan yang dikonsumsinya. Untuk mencegah kelelahan saat puasa dan badan tetap aktif tanpa kehilangan banyak energi, para pakar diet dan gizi merekomendasikan pola makan seimbang.
"Untuk mengatasi kecenderungan tubuh yang melamban dan malas, seseorang perlu mengonsumsi makanan ringan namun berenergi tinggi ketika berbuka puasa," kata Mahat Mohammed, seorang ahli gizi.
Para pakar gizi menganjurkan makanan padat energi dalam menu, terutama saat berbuka dan sahur. Makanan itu bisa berupa kurma, bubur oatmeal, jus buah segar dan juga karbohidrat seperti beras atau pasta. Dan jangan lupakan susu.
Berkaitan dengan jam puasa yang panjang di beberapa negara, karbohidrat kompleks atau jenis makanan yang lambat dicerna sebaiknya dikonsumsi saat ahur sehingga makanan tersebut bertahan lama dalam tubuh (sekitar delapan jam). Dengan demikian mereka yang berpuasa tak terlalu merasa lapar saat siang.
Sebagian besar pakar merekomendasikan sahur ringan dengan mengombinasikan beberapa jenis makanan seperti gandum, oats, semolina, kacang, lentil, gandum utuh dan beras.
Selain persoalan asupan, dehidrasi juga salah satu penyebab yang menjadikan kinerja dan aktivitas tubuh menurun saat puasa. Saat musim kemarau, tingkat dehidrasi yang dialami bisa kian memburuk, terlebih bagi mereka yang diharuskan bekerja di luar ruangan ketika matahari bersinar terik.
Menurut ahli nutrisi dehidrasi juga bergantung pada seberapa banyak seseorang minum sebelum puasa, aktivitas fisik dan efisiensi kerja organ tubuh seperti ginjal.
"Cukup minum air dan jus buah saat buka puasa dan sebelum sahur sangat dianjurkan. Pola ini dapat mencegah dehidrasi sekaligus detoksifikasi sistem pencernaaan," jelas Mahat.
"Sebisa mungkin anda harus menghindari olahraga berat, menghindari makanan karbohidrat olahan dan aktivitas yang menyerap banyak energi, seperti berargurmen dengan seseorang," imbuhnya.
Selain itu mereka yang berpuasa dianjurkan menghindari makanan penghasil gas lambung, seperti mengudap kacang-kacangan di malam hari, makanan tinggi lemak, makanan olahan dan makanan siap saji. Lalu menu yang berisiko memperparah dehidrasi seperti soda, gorengan dan makanan berbumbu pedas.
"Untuk mengatasi kecenderungan tubuh yang melamban dan malas, seseorang perlu mengonsumsi makanan ringan namun berenergi tinggi ketika berbuka puasa," kata Mahat Mohammed, seorang ahli gizi.
Para pakar gizi menganjurkan makanan padat energi dalam menu, terutama saat berbuka dan sahur. Makanan itu bisa berupa kurma, bubur oatmeal, jus buah segar dan juga karbohidrat seperti beras atau pasta. Dan jangan lupakan susu.
Berkaitan dengan jam puasa yang panjang di beberapa negara, karbohidrat kompleks atau jenis makanan yang lambat dicerna sebaiknya dikonsumsi saat ahur sehingga makanan tersebut bertahan lama dalam tubuh (sekitar delapan jam). Dengan demikian mereka yang berpuasa tak terlalu merasa lapar saat siang.
Sebagian besar pakar merekomendasikan sahur ringan dengan mengombinasikan beberapa jenis makanan seperti gandum, oats, semolina, kacang, lentil, gandum utuh dan beras.
Selain persoalan asupan, dehidrasi juga salah satu penyebab yang menjadikan kinerja dan aktivitas tubuh menurun saat puasa. Saat musim kemarau, tingkat dehidrasi yang dialami bisa kian memburuk, terlebih bagi mereka yang diharuskan bekerja di luar ruangan ketika matahari bersinar terik.
Menurut ahli nutrisi dehidrasi juga bergantung pada seberapa banyak seseorang minum sebelum puasa, aktivitas fisik dan efisiensi kerja organ tubuh seperti ginjal.
"Cukup minum air dan jus buah saat buka puasa dan sebelum sahur sangat dianjurkan. Pola ini dapat mencegah dehidrasi sekaligus detoksifikasi sistem pencernaaan," jelas Mahat.
"Sebisa mungkin anda harus menghindari olahraga berat, menghindari makanan karbohidrat olahan dan aktivitas yang menyerap banyak energi, seperti berargurmen dengan seseorang," imbuhnya.
Selain itu mereka yang berpuasa dianjurkan menghindari makanan penghasil gas lambung, seperti mengudap kacang-kacangan di malam hari, makanan tinggi lemak, makanan olahan dan makanan siap saji. Lalu menu yang berisiko memperparah dehidrasi seperti soda, gorengan dan makanan berbumbu pedas.
" kopi dan puasa "
Sebaiknya hindari minuman berkafein selama bulan Ramadan. Seperti dikatakan Dr Titus Nursyirwan, minuman ini bisa mempercepat proses dehidrasi.
"Bagi para pecinta kopi selama Ramadan sebaiknya kurangi minum kopi, teh atau minuman bersoda karena minuman tersebut mengandung kafein dan bisa mempercepat proses dehidrasi," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini.
Selama Ramadan sangat penting menjaga kondisi tubuh jangan sampai mengalami dehidrasi. "Makanya konsumsi air putih sebanyak delapan sampai 10 gelas per hari saat berbuka dan santap sahur," imbuhnya.
Tak hanya itu mengonsumsi minuman bersoda dan berkafein akan membuat mata terjaga di malam hari serta memiliki efek diuretik atau memperbanyak keluarnya air seni.
Titus juga menerangkan kalau berpuasa Ramadan merupakan cara yang tepat memperbaiki metabolisme tubuh sehingga tubuh makin sehat. Jangan memikirkan berpuasa sebagai cara berdiet, namun bagaimana menahan nafsu dan menjalani hidup sehat.
Selain itu ia juga menyarankan bagi yang menjalankan ibadah puasa tetap mempertahankan kebiasaan makan yang baik dengan menu seimbang plus buah dan sayuran.
"Bagi para pecinta kopi selama Ramadan sebaiknya kurangi minum kopi, teh atau minuman bersoda karena minuman tersebut mengandung kafein dan bisa mempercepat proses dehidrasi," ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini.
Selama Ramadan sangat penting menjaga kondisi tubuh jangan sampai mengalami dehidrasi. "Makanya konsumsi air putih sebanyak delapan sampai 10 gelas per hari saat berbuka dan santap sahur," imbuhnya.
Tak hanya itu mengonsumsi minuman bersoda dan berkafein akan membuat mata terjaga di malam hari serta memiliki efek diuretik atau memperbanyak keluarnya air seni.
Titus juga menerangkan kalau berpuasa Ramadan merupakan cara yang tepat memperbaiki metabolisme tubuh sehingga tubuh makin sehat. Jangan memikirkan berpuasa sebagai cara berdiet, namun bagaimana menahan nafsu dan menjalani hidup sehat.
Selain itu ia juga menyarankan bagi yang menjalankan ibadah puasa tetap mempertahankan kebiasaan makan yang baik dengan menu seimbang plus buah dan sayuran.
Langganan:
Postingan (Atom)