Selasa, 02 Juni 2009

Angina Pectoris / Angin duduk

Hari itu, Dina (32) meminta izin pulang lebih cepat dari kantornya.
Sejak Pagi, Dina merasa pusing dan mual. "Aku masuk angin nih,"
keluhnya pada Fahmi (35), suaminya melalui telepon.

Setiba di rumah, Dina memesan bubur ayam serta teh panas untuk
mengurangi rasa tak enak badan yang dideritanya. Setelah kerokan, ia
mengoleskan minyak kayu putih ke seluruh badannya, sebelum beranjak
tidur.

Lepas senja, Dina belum bangun juga, Fahmi yang baru saja pulang kantor.
Menengok ke kamar, ditempat tidur Dina memang masih tertelungkup,
tapi....
sudah tak bernapas lagi!

Wajahnya kebiruan, tampaknya, Dina menahan rasa sakit sesaat sebelum
menghembuskan napas terakhirnya. Selain panik, suaminya juga bingung,
Sejauh diketahuinya, selama ini kondisi kesehatan Dina baik-baik saja.
Bahkan istrinya itu tergolong wanita gesit yang memiliki segudang
aktivitas setiap harinya, Lantas, Penyakit "tersembunyi" apakah yang
merenggut nyawa Dina?

***

menurut dr. H. Djoko Maryono, DSPD, DSPJ, ahli internis dan kardiologi
dari RS Pusat Pertamina, yang dialami Dina adalah Angina Pectoris.
Orang-orang kita dulu biasa menyebutnya sebagai penyakit angin duduk.

Gejalanya memang mirip masuk angin biasa, hanya sedikit lebih berat.
Tak mengherankan. Penyakit ini cenderung disepelekan.

Masuk angin yang satu ini ternyata bukanlah masuk angin biasa. "Yang
biasa disebut angin duduk sesungguhnya adalah salah satu gejala penyakit
jantung koroner, yang jika tidak segera ditangani penderitanya bisa
langsung meninggal hanya dalam waktu 15-30 menit setelah serangan
pertama" dr. Joko mengingatkan.

Karena itu, kematian yang terjadi sama sekali bukan akibat kerokan atau
pengolesan minyak angin, seperti yang dilakukan Dina, melainkan karena
tidak terdeteksinya kelainan pada jantung penderita. Padahal,
seandainya sepulang kantor Dina langsung pergi ke Rumah Sakit atau ke
dokter, dan bukannya malah kerokan dirumah yang sama sekali tidak ada
hubungannya dengan sang penyakit, mungkin nyawanya masih sempat
terselamatkan.

Ciri-ciri pusing, mual dan kembung yang dialami penderita Angina
pectoris memang nyaris serupa dengan penyakit masuk angin biasa. Hanya
penderita juga merasakan dada sesak, nyeri dibagian ulu hati, keluar
keringat sebesar jagung, serta badan terasa dingin. Sayangnya, hal ini
sering tidak disadari sebagai indikasi adanya gangguan pada jantung yang
sifatnya kritis.

Menurut dr, joko, 20% dari keluhan angina pectoris yang diperiksakan ke
dokter atau rumah sakit ternyata terdeteksi sebagai penyakit jantung
koroner akut. Penyakit ini merupakan gangguan pada jantung akibat
adanya kelainan pada pembuluh koroner, sehingga darah tidak mampu
mengantarkan zat-zat yang dibutuhkan oleh jaringan dinding rongga
jantung. Karena itu, jika tidak terdeteksi sejak awal, penderitanya
bisa mengalami sudden death.

Penyakit angina pectoris itu sendiri berupa perasaan tidak nyaman
berkepanjangan, yang terjadi lebih dari 5 menit, akibat menurunnya
tekanan darah yang memompa jantung. Akibatnya, jantung membutuhkan
lebih banyak oksigen. Karena jantung tidak mampu memompa dengan
sempurna, maka pembuluh darah mengadakan reaksi pemulihan berupa
kontraksi guna mencukupi pengisian oksigen pada pompa jantung tadi,
kontraksi itulah yang menimbulkan keringat dingin pada kulit.

PERBAIKI GAYA HIDUP

Sumber masalah sesungguhnya terletak pada penyempitan pembuluh darah
jantung (vasokonstriksi) . Penyempitan ini diakibatkan oleh empat hal :
- Pertama, adanya timbunan-lemak (aterosklerosis) dalam pembuluh darah
akibat konsumsi kolesterol tinggi.
- Kedua, sumbatan (trombosis) oleh sel beku darah (trombus);
- Ketiga, Vasokonstriksi atau penyempitan pembuluh.darah akibat kejang
yang terus menerus.
- Keempat, infeksi pada pembuluh darah.

"Gaya hidup masa kini yang kurang sehat dan tidak teratur adalah
pemicunya"
tegas dr, Joko. Menurutnya, Zaman sekarang orang cenderung melupakan
pentingnya olahraga hidup dalam
kondisi stress, sering tidur larut malam, dan sering mencoba bermacam
pola diet yang tidak sehat.

Kurang atau tak pernah olahraga akan menghambat kelancaran metabolisme
tubuh. Akibatnya, akan terjadi pengendapan lemak yang perlahan-lahan
dapat menyumbat lajunya aliran darah ke jantung.

Sementara itu, orang sekarang banyak yang mengaku tak punya cukup waktu
oalahraga, menjaga diri dari kemungkinan
obesitas (kelebihan berat badan) juga berperan penting untuk kesehatan
jantung, karena kelebihan lemak dapat meminimalkan gerak pompa jantung,

Jadi jaga ukuran pinggang anda, karena perutlah semua jenis lemak
menumpuk. Untuk wanita, maksimal 80 cm, dan untuk pria, maksimal 90 Cm,
karena jaga pola makan, hindari Junk Food, perbanyak asupan buah dan
sayuran serta fiber.

Menjauhkan diri dari stress, juga bisa mencegah kita dari penyakit
jantung koroner, Pasalnya, dalam keadaan stress kinerja tubuh serta otak
dipaksa untuk bekerja secara berlebihan, Hasilnya, kondisi tubuh selalu
dalam keadaan letih dan porsi istirahat berkurang. "Kurangnya istirahat
dapat mengakibatkan pengentalan darah, yang dapat meningkatkan hormon
adrenalin, akibatnya bisa ditebak serangan jantung lebih gampang
terjadi"

Orang yang emosi-an juga perlu diperhatikan (Selalu marah-marah. ..
setiap saat...ada ga ya orang kayak gini..), Pasalnya, dalam marah-marah
(Otak panas, napas memburu, jantungpun berdebar keras, kadang samapi
tubuh bergetar, darah bergerak cepat), jika kondisi darah bergerak
cepat, sedangkan ada penyumbatan di pembuluh darah...wouw. ..bisa
dibayangkan darah akan berkumpul disuatu tempat (pembuluh darah) dan
karena tidak kuat menampung banyaknya darah yang datang pembuluh yang
halus itupun pecah dan sudah bisa ditebak orang itupun akan koleps atau
bisa merengang nyawa,

o ya..kondisi ini juga berlaku ketika dia berolahraga ekstra keras
(seperti main bola, yang dituntut berlari2 bolak-balik terus menerus),
itu juga memicu jantung berdebar dan darah bergerak cepat, dan jika dia
mempunyai sumbatan2 dalam tubuhnya yang tidak diketahui, maka kejadian
pembuluh darah pecahpun akan menimpanya (seprti Almarhum Benyamin S dan
Basuki, mereka meninggal selagi bermain bola).

Wuiiih..ngeri ya...ya kalo udah seumur kita sih, harusnya udah ga cocok
lagi untuk olahraga2 keras macam gitu, karena kita ga tau didalam tubuh
kita (adakah penyumbatan atau tidak?) yang ringan2 aja lah seperti jalan
kaki, jogging, senam, bersepeda santai, atau olahraga pernapasan, dll
yang terakhir kebiasaan merokok serta mengkonsumsi minuman beralkohol
juga berdampak negatif pada jantung, apalagi bila kebiasaan jelek ini
dilakukan sejak usia remaja.

***

Ada beribu jalan untuk hidup sehat, Tuhan memberikan kita sesuatu yang
luar biasa banyaknya, setiap ada penyakit pasti Tuhan memberikan
obatnya, tapi bukan itu masalahnya, pola hidup sehat dan seimbang harus
kita jalani, "Mencegah lebih baik daripada mengobati."

Ada beberapa tips yang bisa kita lakukan, mudah-mudahan berguna:

1. Minum Air putih minimal 8 gelas sehari
2. Banyak makan buah-buahan dan sayuran (serat alami)
3. Hindari stress, dan selalu sabar
4. Perbanyak berpuasa
5. Tidur yang cukup dan olahraga ringan diusahakan rutin

Gampangkan, O ya satu lagi, Tuhan menciptakan dunia ini berpasangan ada
Surga ada neraka, ada pria ada wanita, ada putih ada hitam, ada baik ada
jahat, ada manis ada pahit,

kesimpulannya jika kita banyak makan-makanan yang manis seperti coklat,
teh manis, kopi susu, mimunam kaleng, dll. Usahakan...sekali
lagi..usahakan seminggu sekali atau beberapa hari sekali makan yang
pahit2 seperti Rebusan air sambiloto, makan pare, minum jahe atau jus
mengkudu, makan bawang putih, dll

Dan jika kita merasa sering makan-makanan yang berlemak atau berlebih
seperti daging, jeroan, sering ngemil, makan 2 piring atau selalu nambah
usahakan...sekali lagi..usahakan berpuasalah sesering mungkin untuk
mengimbanginya,
atau minum madu atau minum/makan jinten item (habatussauda. .)

Oke guys...mulai sekarang kita berusaha untuk hidup
sehat dan seimbang, agar kita bisa hidup dan beribadah dengan tenang...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar